Bantuan Kaki Palsu

Bantuan Kaki Palsu

Oleh : Arie S. Syahputra – Staf Pendamping di Institut Kemandirian Dompet Dhuafa

Bagi sebagian orang,  menunggu adalah hal yang paling membosankan. Tak jarang kata-kata “sabar itu ada batasnya” sering terdengar di telinga kita. Tapi apa benar kata-kata tersebut? Yang pasti bagi Ibu Sofi’ah Ma’ful atau biasa di sapa Ibu Sopi, kesabaran tiada batasnya. Kesabaran disertai keikhlasan adalah kebahagiaan karena menerima apa yang Alloh ‘skenariokan’ padanya. Kesabaran yang ditambah niat pantang menyerah adalah semangat membara untuk terus membantu suami menghidupi keluarganya. Walau beliau seorang disabilitas. Yang kehilangan kaki kanannya akibat menderita tumor ganas.

Bantuan Kaki Palsu

Bantuan Kaki Palsu

“Saya seperti ini sejak tahun ’93. Sudah 19 tahun ya, Pak, “ ucapnya pada penulis dengan nada lirih. Masya Alloh…bukan waktu yang sebentar dan luar biasanya bukan pula kata-kata kebencian atas apa yang menimpanya. Hanya ketegaran yang terlihat dari wajahnya. “Campur aduk, Pak perasaan Saya setelah kaki Saya diamputasi. Terus si Desi, anak kedua Saya minder disekolahnya karena punya ibu kakinya buntung. Sering diejek kataya, Pak. Kalo ambil rapor, Desi gak mo kalo Saya yang ambil. Sedih, Pak…Sakit hati ini, Pak. Saya mesti lewat pintu belakang sekolah kalo mo liat anak Saya atau ada undangan dari guru.” ujarnya dengan pipi yang basah terkena air mata.

Bantuan Kaki Palsu

Bantuan Kaki Palsu

Ya Alloh..berikan lah selalu kesehatan, ampunan, rezeki halal lagi baik yang tiada terputus untuk beliau dan keluarganya. Beliau yang tak kenal lelah bekerja di pabrik, jualan sayuran, gado-gado dan nasi uduk demi anak-anaknya walau ‘sang tumor’ menggerogotinya. Beliau yang selalu berpikir apalagi yang bisa Ia lakukan untuk menyekolahkan anak-anaknya walau satu kakinya telah ‘tenggelam’ di dasar tanah.

Bantuan Kaki Palsu

Bantuan Kaki Palsu

Pembaca yang budiman, di rumahnya yang sejuk dan sederhana (di Desa Jampang Kecamatan Kemang, Kab. Bogor), tim, yang terdiri dari Institut Kemandirian (IK) DD dan sahabat-sahabat dari Rumah Produksi Kaki Palsu (RPKP) mendatangi Ibu Sopi. Disambut Pak Gunawan selaku Ketua RT setempat, tim menyerahkan 1 unit kaki palsu gratis kepada Ibu Sopi. Yang dananya bersumber dari muzakki yang disalurkan ke Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa. Kaki palsu tersebut dibuat oleh Rumah Produksi Kaki Palsu (RPKP) yang merupakan satu diantara kelompok binaan Institut Kemandirian Dompet Dhuafa. Bagi masyarakat yang membutuhkan kaki palsu, bisa segera menghubungi RPKP. Berdasarkan penuturan Pak Wili, MarKom Departement IK-DD, “silahkan bagi masyarakat yang butuh kaki palsu tapi dananya belum mencukupi, bisa menghubungi kami”.

“Alhamdulillah ya Alloh…terima kasih untuk semua kru Dompet Dhuafa yang bantu Saya punya kaki lagi” syukurnya pada sang pemilik alam. Berterima kasih lah pada Alloh dan para muzakki, Bu, bukan pada kami. 11 Desember 2012, langit sore di Bogor semakin redup. Saatnya tim undur diri. Subhanalloh, hikmah yang luar biasa. Dan 3 kata yang mungkin bisa mewakili hikmah tersebut ; sabar, ikhlas dan tidak menyerah.

About the author
Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

clear formSubmit