dare_to_dream__this_is_the_life2905-d3fn4ea

Oleh : Arie S. Syahputra
Staf Pendampingan Karir di Institut Kemandirian Dompet Dhuafa

 “Walt Disney berpikir tentang istana bermain ketika melihat saudara perempuannya asyik naik komidi putar. Mozart berkhayal tentang musik sepanjang jalan menuju pedesaan. Nada-nada yang berkelebatan di kepalanya itu melahirkan komposisi yang saat ini termasyhur diseluruh dunia. Imajinasi lebih penting daripada ilmu pengetahuan. Pengetahuan itu terbatas, sedangkan imajinasi merengkuh seluruh dunia, merangsang kemajuan dan melahirkan evolusi (Albert Einstein). Einstein pada usia ke-16 membayangkan ia berlari atau bersepeda di sepanjang pendar sinar matahari setelah diusir dari kelas karena berdebat dengan gurunya ketika diminta menghafal. Khayalannya itu menjadi bibit lahirnya teori relativitas.” (Sumber : HU Kompas)

Silahkan kita simak kutipan diatas dengan seksama. Lalu silahkan kita bermimpi kesuksesan apa yang mau kita inginkan. Jangan terpengaruh oleh “gonggongan dan godaan” pihak lain yang tiap saat akan selalu ada menghalangi dan bisa menghambat mimpi kita. Jangan juga tertular omongan ‘jangan terlalu tinggi punya mimpi nanti kalau jatuh sakit’. Dimana-mana, yang namanya jatuh hanya satu yang enak yaitu jatuh cinta selain itu rasanya sakit.

Sukses kita di masa depan memang diawali dari mimpi besar bukan mimpi yang biasa-biasa saja. Tengoklah sejarah Indonesia. Rakyat dan para pemimpinnya ketika itu selalu semangat mengusir penjajajah dengan kondisi yang serba terbatas. Pengorbanan mereka, keikhlasan, tekad, keyakinan dan kerjasama yang kokoh akhirnya membuahkan kemerdekaan bangsa Indonesia dari penjajahan fisik negara lain.

Sekarang siapkan kertas putih dan alat tulis Anda. Kita sama-sama tuliskan impian-impian Anda bulan depan, 2 tahun lagi dan hingga 10 tahun kemudian. Tulislah dengan ukuran yang agak besar dan huruf kapital lalu digarisbawahi agar mempertegas impian kita. Cantumkan juga bulan, tahun dan bisa juga hari kapan impian itu akan Anda raih. Semakin spesifik Anda menuliskan waktunya maka akan semakin kuat motivasi kita untuk mendapatkannya. Bila sudah, siapkan lem atau perekat lainnya di balik kertas impian Anda. Lalu rekatkan di tempat yang sering Anda lewati. Bisa di kamar atau ruang tamu.

Sahabat sekalian, impian sudah kita buat. Ada sebuah analogi bijak bahwa biji buah tidak akan bisa menjadi buah yang manis bila kita tidak merawat, memberinya pupuk dan menjaganya dari hama. Ingatlah bahwa impian tersebut bisa menjadi bungkusan tak berarti bila kita tidak ‘menumbuhkan dan merawatnya’. So, jadikan itu kerja konkrit Anda.

About the author
Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

clear formSubmit