100_4822 - Copy

Institutkemandirian.org-Tamat SMP tanpa ijazah tidak membuat Dede Ajib panggilan akrab Dede Safrudin harus kehilangan segalanganya untuk mandiri. Pemuda asli Wado Sumedang Jawa Barat ini, diberikan kelebihan rasa percaya diri dan keberanian oleh Allah SWT dalam membangun usahanya. Memulai usaha dengan membuka servis handphone hasil belajar selama sebulan di Institut Kemandirian Dompet Dhuafa , kini Dede sudah memiliki beberapa usaha lain dari barber shop hingga rental mobil.

100_8501

Dede, anak bungsu dari 3 bersaudara, menuturkan perjalanan hidupnya bagaimana membangun kehidupan sejak SD sampai sekarang. Keinginan keluarga  harus belajar di pesantren disamping sekolah umum, akhirnya selepas SMP dia memutuskan untuk menimba ilmu di pesantren salaf yang ada di Majalengka. Setelah 2,5 tahun menimba ilmu di pesantren Dede kembali ke orang tuanya di Cibubur. Berbekal ilmu dari pesantren dia mulai mengajar ngaji dari rumah ke rumah dibilangan Cibubur. “Alhamdulillah dari satu anak saya bisa memperoleh bekal 200 ribu per bulan, dengan uang itu saya bisa memenuhi kebutuhan karena belum bekerja,” kata Dede. Kelebihan komunikasi yang baik dengan keluarga anak yang belajar ngaji, akhirnya ada orang tua yang menawarkan kerja sebagai supir. “Kerja pertama saya adalah supir pribadi orang tua anak yang belajar ngaji, padahal saya belum lancar nyetir hanya bisa maju mundur tapi nekad saja ,” cerita  Dede sambil tertawa. Keberuntungan Dede tidak hanya disitu. Sekian lama menjadi supir pribadi dan berganti-ganti tempat kerja terasa bosan katanya. Akhirnya dia  mencoba melamar kerja sebagai supervisor sebuah pabrik di sekitar Gunung Puteri Bogor. Tidak disangka akhirnya diterima padahal  tidak punya ijazah cerita Dede sambil tertawa . Memang keberanian itulah yang mendorong Dede sampai mencoba nasib di Timur Tengah  selama setahun. Tidak betah kerja di Timur Tengah dia  memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Sekembalinya di Indonesia, tidak ada yang bisa dilakukannya kecuali kembali mengajar ngaji. Lama sudah tidak ada kerjaan, hanya ngajar ngaji yang dapat dilakukannya.  Allah Maha Rahman, pertemuan dengan dengan Pak Isnadi manajemen Institut Kemandirian Dompet Dhuafa, memberikan kesempatan Dede belajar servis handphone disana saat itu kampusnya masih di gedung Panasonic Jl. Bogor – Jakarta.

100_7272

”Alhamdulillah dengan bekal itulah saya mulai usaha buka konter handphone di Jl. Mangga 1 Cibubur,” tutur Dede. Selama dua tahun usaha servis handphone , dia tidak mengambil keuntungannya tapi sengaja diputar untuk meningkatkan kapasitas modal usahannya. Kebutuhan hidupnya masih bisa tercukupi dari upahnya sebagai supir pribadi walau bukan pegawai tetap. Keuletannya membawa hasil hingga usahanya bisa berkembang kebidang yang lain. Kini tidak hanya usaha servis handphone yang Dede miliki, usahanya berkembang dengan membuka barber shop, rental mobil hingga usaha jasa travel. Tahun 2013 kembali akan membuka usaha baru seperti refleksi dan bengkel motor metic yang berlokasi disamping tempat usaha sebelumnya. Apa yang dilakukan Dede adalah upaya bagaimana membangun bisnis menjadi besar.

2013-02-20 10.45.38

Setiap usaha baik baru maupun lama ada siklusnya, oleh karena itu apa yang dilakukan Dede Ajib merupakan upaya bagaimana berinovasi, ulet dan bekerja keras agar usahanya semakin berkembang. Pengusaha memang harus selau siap untuk mengangkat usahanya baik masih dalam pertumbuhan maupun stabil. Kemanpuan dalam memanfaatkan ide dan gagasan sangat penting dalam membangun kreatifitas juga meyakinkan pihak lain dalam membangun usaha bersama. Mewujudkannya harus fokus pada usaha berdasarkan visi dan misi yang sesuai dengan siklus bisnis.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Keberuntungan tidak bisa diperoleh oleh semua orang, dibutuhkan kerja keras dalam mengelola resiko sehingga usaha akan semakin kokoh. Seorang pengusaha dituntut keberanian mengambil resiko, mengasah keterampilan, melihat peluang dan menganalisa usaha sesuai siklus sehingga bisa mengembangkan usaha yang tepat. Dalam mengasah keterampilan dan meningkatkan motivasi, Institut Kemandirian Dompet Dhuafa memberikan peluang kepada seluruh pemuda Indonesia dengan memberikan pelatihan keterampilan dan wirausaha gratis. Program pelatihan yang didanai zakat yang dikelola Dompet Dhuafa telah melahirkan alumni lebih 3000 orang tersebar diseluruh Indonesia. Dompet Dhuafa dalam membantu pemerintah mengurangi pengangguran dan kemiskinan Indonesia  dengan mendirikan Institut Kemandirian tahun 2005 fokus memberikan pelatihan gratis seperti servis sepeda motor, servis handphone, salon muslimah, fashion dan design, informasi teknologi, mengemudi, dan tata boga . Kampus Institut Kemandirian kini berada di bilangan Karawaci Tangerang, tepatnya di Jl. Zaitun Raya  Vila Ilhami Islamic Village  diatas tanah wakaf H. Amir Batubara dan Hj. Romlah Nasution.

About the author
Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

clear formSubmit