Iskandar

Iskandar

Iskandar, pria kelahiran Jakarta, 25 Januari 2012, sengaja berkunjung ke Institut Kemandirian untuk silaturahmi . Sungguh menjadi kenangan manis pria yang bercita-cita ingin jadi pengusaha, selama 3 bulan ikut pelatihan teknisi motor di Institut Kemandirian Dompet Dhuafa Ramadhan 1433H./2011. Kini Iskandar bisa menikmati hasil perjuangannya bisa menjadi staf produksi di PT. Mitsuba Jatiwuwung Tangerang dengan penghasilan 1,8 juta sebulan.

Sebelum ikut pelatihan di Institut Kemandirian, lulus dari SMK Penerbangan Curug Tahun 2011 Iskandar pernah kerja disebuah dealer sebagai marketing selama dua bulan. “Cita-cita saya menjadi pengusaha, sebenarnya setelah lulus SMK ingin melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi. Karena berat dengan beban biaya, saya merasa tidak akan bisa kuliah dengan pendapatan orang tua yang minim sebagai penjahit.” tutur Iskandar yang terlihat menerawang kemasa lalu. Akhirnya pada suatu hari sedang mendengarkan siaran radio, ada informasi pelatihan gratis di Institut Kemandirian Dompet Dhuafa. Keberanian mengambil keputusan untuk keluar dari pekerjaannya dan  mengikuti pelatihan adalah karena termotivasi ingin menambahkan kemampuan keterampilan di bidang otomotif sepeda motor serta cita-citanya ingin menjadi pengusaha.

Iskandar

Iskandar

Pengalaman pertama yang masih berkesan ikut pelatihan di Institut Kemandirian adalah pola pembelajaran yang berbeda, yaitu ditanamkan disiplin, olah fisik dan tidak meroko. Pembinaan ini telah membentuk pribadi saya bisa dan fisik lebih baik , padahal sebelumnya kaget dan malas mengikutinya. Kepercayan diri, kemampuan teknis dan rasa empati pada diri Iskandar semakin tumbuh karena pembiasaan selama pendidikan. Inilah hal yang masih melekat pada diri Iskandar sampai saat ini. Semangat belajar  Iskandar tidak cukup setelah bekerja, ada rencana untuk meneruskan kuliah ke perguruan tinggi sambil bekerja. “Saya meneruskan kuliah mungkin ngambil kelas karyawan ” kata Iskandar penuh semangat.

Iskandar datang ke Institut Kemandirian tidak sendiri, bersama teman seangkatan pelatihan Otomotif Institut Kemandirian angkatan 4 tahun 2011,  Ali Nasrullah namanya, pria kelahiran Tangerang 16 Juli 1993. Ali adalah panggilan akrabnya, lulus dari SMK Otomotif 2 Sepatan Tangerang Tahun 2011 cita-citanya sama dengan Iskandar ingin jadi pengusaha. Selepas sekolah Ali berbeda dengan Iskandar, dia mencari tempat kursus otomotif untuk meningkatkan pengetahuannya. Berbekal informasi dari orang tuanya melihat informasi pelatihan gratis otomotif sepeda motor Institut Kemandirian, Ali mendaftarkan diri lewat online di www.InstitutKemandirian.org. Awalnya tidak percaya bahwa pelatihan itu gratis, setelah lihat di situs Institut Kemandirian akhirnya dia ikut pelatihan.

Walaupun Ali kini bekerja sebagai karyawan  di sebuah perusahaan waralaba dibilangan Tangerang, rasa syukur mengikuti pelatihan tidak berkurang kepada Allah SWT.telah mengikuti pelatihan di Institut Kemandirian. Banyak hal yang dia petik dari pelatihan, meningkatkan kepercayaan diri, mengubah pribadinya yang lebih baik dan semangat untuk menjadi pengusaha tetap terjaga. Dari hasil pekerjaanya Ali mendapatkan penghasilan bersih 700 ribu perbulan. Semangat untuk berwirausaha dibuktikan dengan menyisihkan sebagian dari penghasilnnya untuk modal usaha.

Ali dan Iskandar mendapatkan berkah ilmu dan rizki dari pelatihannya. Ikatan silaturahmi dengan tempat menimba ilmunya pun tidak luntur meski sudah setahun mereka masih ingat dengan Institut Kemandirian. Ternyata silaturahmi mereka membawa berkah bagi adi kelasnya yang hari ini Jum’at 28 Desember 2012 sedang mengadakan acara perpisahan lulus dari pelatihan. Mereka bisa berbagi pengalaman untuk meningkatkan motivasi adik kelasnya agar tetap semangat dalam usahanya untuk mandiri. Dengan tema “Perpisahan Bukanlah Akhir dari Persaudaraan” tepat sekali dengan makna kunjungan Iskandar dan Ali bahwa ikatan silaturahmi tetap terjaga walau sudah lama meninggalkan kampus. Ada banyak kebaikan yang menurut meraka dapatkan selama ikut pelatiha, kemampuan skil dan pribadi saya bisa lebih baik setelah ikut pelatihan di Institut Kemandiran Dompet Dhuafa. Penanaman disiplin, belajar keras di kelas pelatihan, berolahraga tiap pagi, membiasakan sholat duha, anjuran bertahajud di malam hari dan berempati dengan lingkungan sekitar bisa membentuk saya menjadi mandiri dan berkarakter. Trims

By R.A.A

About the author
Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

clear formSubmit