Team-Building

Begitu membahagiakan mendapatkan banyak inspirasi pada malam ini. Hal itu saya dapatkan dari ALLOH ta’ala melalui dua iklan komersial dan satu lagi dari acara sang super, Mario Teguh. Kita mulai dari yang pertama, Kita sebut saja iklan ‘A’. diawali dari seorang pria berjaket hitam beraliran rock memainkan gitar performance bersama sekelompok orkestra. Dilanjutkan dengan kemunculan seorang dancer hip hop di tengah-tengah konser. Diakhiri dengan aksi balapan mobil yang diikuti oleh seorang biker. Visualisasi tersebut diiringi dengan suara latar yang kurang lebih berbunyi : walaupun kita berbeda…kita bisa melakukan hal asyik secara bersama. Apa makna yang bisa kita ambil dari iklan pertama diatas? Jawabannya adalah kita semakin memahami bahwa perbedaan bukanlah menjadi halangan dalam sebuah hubungan antar individu atau dalam tim untuk mencapai tujuan bersama. Perbedaan adalah anugerah, tantangan dan kepastian yang akan selalu hadir hingga detik tak lagi ada.

Dinamika yang timbul akibat dari perbedaan diantara individu dalam sebuah tim atau antar kelompok bisa dijadikan inspirasi untuk terus tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang bijak. Dan bila kebijaksanaan yang timbul maka semakin cepatlah pribadi tersebut atau organisasi meraih apa yang mereka impikan. Dan kunci dari mengelola perbedaan menjadi investasi yang bernilai adalah membangun hubungan yang efektif di semua lini. Mulai dari staf hingga tidak terkecuali pimpinan.

Pondasi pertama dari membangun hubungan yang efektif adalah just open your mind. Pribadi yang memiliki pola pikiran yang kaku, kolot atau konservatif akan sulit merangkul atau bekerjasama. Bahkan terkadang mereka untuk mengawali percakapan pun agak canggung dengan lawan bicaranya. So, jangan sampai ide-ide brilian rekan kita tidak jadi keluar gara-gara sikap kaku kita padahal bisa jadi ide mereka mampu menyelesaikan tantangan yang sedang dihadapi. Kedua, adalah menjadi pribadi yang mendengarkan. Artinya mau memahami apa yang dialami atau maksud dari rekan-rekan kita termasuk juga memahami atas kondisi yang terjadi. Inilah sikap yang bagi sebagian orang sulit untuk dilakukan. Tapi saya yakin tidak bagi kita J Dengan memahami kita bisa tahu hal apa yang bisa diperbaiki pertama kali. Solusi apa yang tepat untuk mengatasi hal tersebut.

Sikap ketiga adalah berpikir positif. Dengarkanlah dengan seksama apa yang disampaikan oleh rekan kita tanpa ada prasangka buruk. Seperti asas praduga tak bersalah. Bila demikian, kita akan mendapatkan rasa hormat dari lawan bicara. Pondasi terakhir adalah lakukan secara rutin pertemuan informal. Jangan salah, acara-acara seperti coffee morning, family gathering dan pertemuan lainnya bukanlah acara menghamburkan kas perusahaan. Tapi itulah acara dimana keakraban semakin erat. Seperti sapu lidi. Semakin erat lidi-lidi tersebut diikat maka sapu lidi semakin mudah membersihkan kotoran. So, semakin akrab anggota tim maka semakin kencang perusahaan itu ‘berlari’. Karena keakraban membawa kekompakan. Kekompakan menghasilkan percepatan pergerakan ‘roda-roda’ perusahaan.

Semoga bermanfaat, have a nice day & barakallahu fiikum

Oleh : Arie S. Syahputra – Staf Pendampingan Karir di Institute Kemandirian Dompet Dhuafa

About the author
Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

clear formSubmit