Sebuah Perjalanan Panjang Perjuangan Alumni Institut Kemandirian Dalam Membangun Usaha

institutkemandirian.org-Tangerang, 8 /11/2012. Perjalanan panjang perjuangan alumni Institut Kemandirian Dompet Dhuafa  berbuah hasil. Tiga alumni pelatihan handphone, Yulianto, Ahmad Yusuf (A Pupu) dan Syamsudin contohnya, mereka sekarang sudah menjadi pengusaha konter di sekitar Serpong Tangerang. Alumni tahun 2010 (Yulianto) dan 2011 (A Pupu / Syamsudin) , kini sudah bisa menikmati hasil jerih payah mereka membangun usaha setelah lulus dari diklat pelatihan Institut Kemandirian Dompet Dhuafa.


Mereka punya pengalaman yang berbeda dalam memulai bisnis konter handphone. Yulianto misalnya, awalnya sebagai karyawan dan chef restoran  di Jakarta . Berbekal pengalaman sebagai chef berniat membuka usaha kuliner di Kelapa Dua Tangerang. Namun akhirnya tidak bisa meneruskan usaha tersebut karena modal usahanya habis untuk membangun warung. Yulianto tidak terus menyerah,  hingga kemudian mengubah usaha kuliner menjadi  jual beli pulsa memanfaatkan warung yang sudah jadi meskipun masih sederhana. Dalam perjalanan usaha jual beli pulsa Yulianto mengalami pasang surut bahkan usahanya hampir tutup. Kekuatan tekad kuat untuk terus berjuang,akhirnya mendapat informasi pelatihan service handphone di Institut Kemandirian Dompet Dhuafa dari pelanggan yang beli pulsa ke warungnya. Yulianto terus mengikuti pelatihan tersebut hingga dia bisa meningkatkan kompetensinya dalam service handphone. Berbekal keahliannya tersebut hinggak kini pria asal banyumas tersebut berhasil menjadi pengusaha ponsel dengan nama “Adi Cell” di Kelapa Dua Tangerang dan instruktur program pelatihan handphone di Institut Kemandirian Dompet Dhuafa.


Pengalaman yang berbeda dialami Ahmad Yusuf atau A Pupu panggilannya , sebelum membuka usaha ponsel, sejak SD bercita-cita menjadi seorang kyai. Lulus SD A Pupu tinggalkan kampungnya di Curung Sengereng Tangerang menuju Pandeglang Banten untuk menimba ilmu disebuah pesantren. Faktor ekonomi memaksa A Pupu tidak bisa menamatkan sekolanya di madrasah aliyah. Sekembali dari Banten memutuskan untuk usaha, tetapi terbentur modal. Akhirnya dia kerja sebagai karyawan cuci motor diTangerang. Upah yang didapat ditabung sampai bisa jadi modal usaha cuci motor sendiri dan warung kelontongan. Nasib A Pupu memang belum beruntung, warung kelontongan yang dia bangun dijual oleh karyawannya kepada orang lain. Dengan susah payah bangkit dari keterpurukan A Pupu membangun usaha jual beli pulsa hingga akhirnya dapat info pelatihan service handphone gratis di Institut Kemandirian Dompet Dhuafa. Berbekal keahlian itu A Pupu sampai sekarang berhasil memiliki usaha konter service handphone “A Pupu Cell” di Cibogo Kelapa Dua Tangerang.


Perjalanan usaha Syamsudin dalam membangun konter “Copex Cell” di dekat Komplek Catalina Serpong Tangerang lebih beruntung. Dibantu teman seperjuangan sesama alumni pelatihan dia bisa lebih cepat maju baik dalam jasa service maupun jual beli pulsa. Kini Syamsudin berhasil mengembangkan usahanya menjadi pusat service handphone, jual beli pulsa hingga menjadi master pulsa untuk beberapa agen pulsa di Tangerang dan sekitarnya.

 



	
	
	
		
About the author
Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

clear formSubmit