DSCN0518

Oleh : Entin Supriatin, S.Hum*

 Tangerang, 3 September 2013 – Jika sebelumnya telah dilakukan pelatihan IT Bekasi maka tiba saatnya peserta IT Bekasi melakukan pelatihan sablon. Pelatihan sablon sendiri merupakan pelatihan sebagai tindak lanjut dari pelatihan IT yang dititik beratkan pada Desain Grafis, yang menunjang dalam pembuatan sablon. Pelatihan sablon ini dilakukan di jalan Chandra XVII komplek Chandra, Pondok Melati, Pondok Gede Bekasi. Tepatnya di Pak Awal dengan asistennya, mas Izul. Jika pelatihan IT Bekasi dilakukan pada tanggal 10 juli 2013 s/d 31 Juli 2013, maka pelatihan sablon dilakukan pada tanggal 27 Agustus 2013 s/d 1 September 2013. Pelatihan sablon dibagi dalam dua kelompok dengan masing-masing pelatihan selama 3 hari. Dari jam 10.00-21.00 WIB.  Lamanya jeda pelatihan IT Bekasi dengan pelatihan sablon dikarenakan terpotong dengan hari raya Iedul Fitri dan hari libur bersama.

Para peserta IT dan sablon bekasi menempati dua ruang kontrakan yang disediakan oleh Tim Pendamping exhouse. Satu ruang kontrakan untuk laki-laki dan satu ruang kontrakan untuk perempuan. Kontrakan satu dengan kontrakan lainnya tidak terlalu jauh. Hanya berjarak 0,5 km saja. Sehingga dimungkinkan untuk saling mengingatkan waktu belajar dan hal lainnya.

DSCN0546

Pelatihan sablon diawali dengan perkenalan tekhnik sablon oleh pak awal, yakni tracing dan pembuatan film sablon. Perkenalan tracing pada dasarnya sudah dipelajari di pelatihan IT pada corel drow ataupun photoshop. Mengapa tracing diperkenalkan kembali pada pelajaran sablon?. Hal ini dikarenakan tracing merupakan hal yang paling mendasar, yang harus dilakukan pada proses pembuatan sablon. Hal yang fatal jika ada orang yang ingin melakukan sablon, tapi dia tidak bisa tracing sama sekali. Oleh karenanya, pak awal menekankan untuk setiap peserta sablon untuk memahami tracing dan harus sering mencoba dan latihan, karena disitulah akan terbentuk keahlian sablon yang sebenarnya. Setelah pemahaman para peserta semakin berkembang setelah melakukan tracing, selanjutnya para siswa diajarkan untuk membuat film sablon untuk dijadikan tolak ukur penyablonan dan pewarnaan. Menurut pak awal dalam pewarnaan, seringkali orang lupa warna primer dalam pewarnaan, Padahal hanya tiga warna yang perlu kita ketahui dan beli serta kita kreasikan untuk pembuatan sablon. Karena ketidaktahuannya tentang warna primer sehingga bukannya menghemat pembiayaan tapi malah menghamburkan modal yang dimiliki karena banyaknya warna yang dibeli. Lain halnya jika warna primer (merah, kuning dan biru) diketahui tapi dia tidak memahami gradasi warna maka seyogyanya dia berani mencoba untuk sedikit mencampurkan warna terlebih dahulu, sehingga tidak gagal dalam pewarnaan.DSCN0529

Setelah pembelajaran tracing, pembuatan film sablon dan pewarnaan telah disampaikan, maka hari terakhirnya para siswa diajak untuk mengaplikasikannya dalam bentuk sablon pada kaos yang telah disediakan oleh tim pendamping exhouse program Pemuda Tangguh Prudential. Para siswa diajak untuk berimajinasi dan berkreasi sendiri sesuai keinginan siswa. Bermacam-macam kreasi dan tampilan yang dihasilkan membuat kaos-kaos yang disediakan menjadi full warna dan beragam.

Setelah selesai aplikasi penyablonan, kaos-kaos yang telah disablon dinilai oleh instruktur dan nantinya diikut sertakan pada baksos. Hasil akhir dari penyablonan itu pun menjadikan tolak ukur seberapa besar para peserta memahami pelatihan yang telah dilakukan dan seberapa besar pula potensi yang dimiliki mereka untuk maju. Akhir kata, semoga saja, ini menjadi cikal bakal penerus generasi pemuda tangguh selanjutnya. Aamiiin

 

*) Pendamping Diklat Exhouse Prudential wilayah Bekasi dan Tangerang

About the author
Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

clear formSubmit