FASILITAS

  1. Modul Teknisi Sepeda Motor
  2. Stand peraga mesin sepeda motor
  3. Motor injeksi, Karburator, Matik, 2 Tak, 4 Tak
  4. Ruang Kelas
  5. Peralatan tune up tiap merk motor
  6. Konsultasi dan pendampingan kerja dan wirausaha
  7. Penyaluran magang ke bengkel-bengkel motor, terutama milik alumni

TARGET PEMBELAJARAN

  1. menerapkan K3 (keselamatan dan kesehatan kerja) di bengkel motor
  2. merawat dan melakukan servis sepeda motor
  3. melakukan analisa kerusakan sepeda motor
  4. melakukan problem solving kerusakan
  5. mengidentifikasi kerusakan pada baterai dan memahami komponen baterai dan merawat baterai dengan baik dan benar
  6. memperbaiki komponen kepala silinder dan merakit silinder dengan benar
  7. memperbaiki semua sistem sepeda motor, yaitu
    • engine
    • sistem pendingin
    • sistem bahan bakar
    • sistem transmisi manual / otomatis
    • sistem rem
    • sistem suspensi
    • sistem penggerak rantai
    • sistem kelistrikan dan instrumen
    • sistem starter
    • sistem pengisian
    • sistem pengapian
    • sistem buang gas
  8. menerapkan manajemen bengkel

DURASI

3 BULAN

METODE

  • Modul
  • Teori di kelas
  • Demo simulasi
  • Praktik
  • Magang
  • Konsultasi di kelas pasca magang
  • On Job Training berupa kegiatan bakti sosial di masyarakat (Contoh : servis motor yang kebanjiran)

INSTRUKTUR

ABU AMMAR

Instruktur ini merupakan alumni pelatihan teknisi sepada motor Institut Kemandirian. Membuka juga Bengkel Kemandirian dalam lingkungan Institut Kemandirian yang merupakan UKM binaan PT. Astra Honda Motor.

PROSPEK

Data dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menunjukan bahwa penjualan sepeda motor dari 5 merek yang ada di Indonesia, angka penjualannya sudah mencapai 7.218.606 unit dalam 11 bulan dari Januari hingga November 2013.

Jika dalam periode tersebut ada 3.304 hari, itu artinya tiap hari ada 2.184 unit sepeda motor baru terjual. Tentu saja jumlah sepeda motor sebanyak itu memerlukan servis rutin di bengkel sepeda motor. Belum lagi termasuk sepeda motor yang sudah dimiliki masyarakat sebelumnya.

Maka, tak heran jika jumlah bengkel sepeda motor saat ini masih belum mencukupi untuk menampung service kendaaraan motor yang jumlahnya maha besar itu.

POTENSI PENGHASILAN

Ada beberapa sistem penghasilan atau pengupahan teknisi sepeda motor:

  • Sistem Upah Harian : Upah yang diberikan berkisar antara Rp.40.000 sd Rp.100.000 per hari tergantung Keahlian dan skill mekanik serta omset Bengkel.
  • Sistem Gaji : Total Gaji Bulanan berpatokan pada Sistem Upah Harian di atas dikali 26 hari kerja. Sistem ini memakai 2 kali pembayaran yaitu Gaji Pokok Bulanan dan Uang Makan Harian. Bila patokan Sistem Upah Harian adalah sebesar Rp50.000 X 26 hari maka total Gaji adalah Rp.1.300.000, Sedangkan pembagiannya adalah Gaji Pokok Bulanan sebesar Rp.520.000 dan Uang Makan Harian adalah Rp30.000.
  • Sistem bagi hasil jasa : yang berlaku umum adalah 70% : 30% atau 80% : 20%.
  • Memberikan 100% hasil usaha untuk mekanik dan mekanik membayar sewa tempat, listrik dan biaya perawatan alat dengan jumlah yang wajar dan dimusyawarahkan. Sistem ini membuat Mekanik lebih loyal bekerja kepada pemilik bengkel

SUBSIDI BIAYA PELATIHAN

Rp 5.000.000 (tidak termasuk makan dan asrama)

Subsidi biaya pelatihan ini 100% berasal dari dana zakat Dompet Dhuafa

BIAYA PELATIHAN YANG DIBAYAR

GRATIS

[button link=”http://institutkemandirian.org/tentang-kami/program/program-reguler-2/” bgcolor=”#6b6b6b” textcolor=”#ffffff” radius=”10″ align=”right”]Kembali ke Halaman Program Reguler[/button]