SEJARAH INSTITUT KEMANDIRIAN

Pengangguran dan kemiskinan, dua masalah bangsa yang tak kunjung selesai. Berbagai program dan aksi terus digulirkan banyak pihak untuk mengatasinya. Tapi semua itu belumlah cukup. Diperlukan program dengan efektifitas tinggi untuk mengatasi dua masalah tersebut. Dompet Dhuafa Republika mencoba membuat role model solusinya dengan mendirikan Institut Kemandirian (IK) pada 23 Mei 2005.

===

Zainal Abidin--

Foto Zainal Abidin (Bang Jay Terorirs)

Manajemen Institut Kemandirian dipilih dan diseleksi dengan sangat ketat oleh Dompet Dhuafa. Tim seleksi terdiri dari Eri Sudewo, Dewi Motik Pramono, Wahyu Saidi, Fenny Musthafa dan Manajemen Dompet Dhuafa Republika. Akhirnya terpilih Zainal Abidin sebagai pimpinan manajemen (disebut sebagai Rektor Institut Kemandirian). Zainal Abidin merupakan pengusaha sekaligus motivator wirausaha yang dikenal dengan nama Bang Jay Teroris.

Buku Membangun Usaha Menjadi Besar

Buku Membangun Usaha Menjadi Besar

 

 

Kiprah Institut Kemandirian pada awal berdirinya ditulis oleh tiga praktisi bisnis, Jackie Ambadar, Miranty Abidin dan Yanti Isa dalam Buku Seri Wirausaha Praktis terbitan Yayasan Bina Karsa Mandiri (YBKM) berjudul “Membangun Usaha Menjadi Besar.” Dalam buku tersebut, ditulis bahwa Institut Kemandirian pada awal berdirinya didukung oleh para instruktur yang kompeten dan berpengalaman. Di antaranya adalah Wahyu Saidi (pemilik waralaba Bakmi Langgara dan Tebet), Jamil Azzaini (motivator, pencetus gerakan Sukses Mulia), Abdul Basith (praktisi marketing), Khoerussalim Ikhs (pemilik waralaba Country Donut), Aris Ahmad Jaya (motivator, CEO ABCo Training), Miranty Abidin (praktisi PR), Yanty Isa (Red Crispy) dan Supardi Lee (Manajer Mutu IK, direktur Character Building Indonesia, pengusaha lele).

Foto H. Amir Batubara (Alm.) & Hj. Ramlah Nasution (Alm.)

Foto H. Amir Batubara (Alm.) & Hj. Ramlah Nasution (Alm.)

 

 

Selama dua tahun pertama (2005-2006) bekerja sama dengan Yayasan Al-Hamidiyah, dan di tahun 2007-2010 bekerja sama dengan Yayasan Matsushita Gobel. Pada akhir tahun 2010 sampai sekarang, Institut Kemandirian berlokasi di atas tanah yang diwakafkan oleh Bpk H. Amir Raja Batubara (alm), yaitu di Gedung Wardah dan Gedung Jannah, Jalan Zaitun Raya, Islamic Village, Karawaci-Tangerang. Gedung Wardah dipergunakan untuk pelatihan kewirausahaan, sedangkan Gedung Jannah dipergunakan untuk kantor manajemen serta kelas pelatihan fashion, komputer, dan servis HP.

Foto H. Said Umar Husein (Alm.)

Foto H. Said Umar Husein (Alm.)

 

 

Di dekat kedua gedung tersebut, Institut Kemandirian Dompet Dhuafa juga mendapatkan amanah gedung Wakayapa untuk mengelola asrama peserta pelatihan, mushola, dan kelas pelatihan otomotif dan salon muslimah. Gedung tersebut merupakan wakaf dari H. Said Umar Husin bin Habib Husin Assegaf (alm) dan istri beliau, Cut Ellyzar binti Teuku Banta Ali sebagai pendiri Yayasan Wakayapa dengan nama SENTRA LATIHAN USAHA MANDIRI YAYASAN WAKAYAPA.

Foto Peresmian Institut Kemandirian

Foto Peresmian Institut Kemandirian

Peresmian Kampus Institut Kemandirian di Karawaci tersebut diadakan pada hari Sabtu, 29 Januari 2011 dengan dihadiri oleh sekitar 600 undangan yang terdiri dari donatur, alumni Institut Kemandirian, dan masyarakat. Hadir dalam acara ini Mantan Wakil Presiden RI, H. M. Jusuf Kalla, Ketua Dewan Wali Amanah Dompet Dhuafa Parni Hadi.

Presiden Direktur Dompet Dhuafa Ismail A. Said, Ibu Hj. Ramlah Nasution Batubara, dan Pendiri Yayasan Wakayapa, Rachmat Saleh. Dalam sambutannya, Jusuf Kalla mengatakan, “Saya bersyukur, semoga lebih banyak lagi kampus-kampus yang mendidik generasi muda berwirausaha seperti yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa ini.”

Pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan Institut Kemandirian ini ibarat memberikan pancing kepada para dhuafa, bukan ikannya. Seperti dikatakan pimpinan pertama Institut Kemandirian periode 2005-2010, Zainal Abidin atau Bang Jay Teroris, “Kalau orang diberi ikan, setelah ikannya habis pasti mereka minta lagi dan akan menjadi beban terus-menerus. Tapi kalau orang dikasih pancing, mereka dapat mencari ikan sendiri.”

buku-bebas-nganggur

Buku Bebas Nganggur

Launching Buku dan Dahlan Iskan

Launching Buku dan Dahlan Iskan

Sejak berdirinya tahun 2005 hingga tahun 2014 ini, Institut Kemandirian telah meluluskan 3.700 alumni. Banyak di antara mereka telah sukses menjadi pengusaha atau berkarir berkat ketrampilan kerja dan wirausaha yang mereka dapatkan dari Institut Kemandirian. Sebuah buku terbitan Institut Kemandirian Dompet Dhuafa pada tahun 2013 berjudul “Rela Kecebur Demi Bebas Nganggur” dipersembahkan untuk mereka, berisi kisah 27 para alumni Institut Kemandirian yang telah menjadi sukses. Buku ini diluncurkan pada acara Milad Institut Kemandirian ke-8 pada tanggal 23 Mei 2013 yang dihadiri oleh Menteri BUMN RI Dahlan Iskan yang sekaligus mengisi Kuliah Umum Kewirausahaan.

VISI & MISI

Visi

“Menjadi lembaga rujukan model program penanggulangan kemiskinan dan pengangguran di Indonesia dengan membentuk generasi mandiri dan berkarakter”

Misi

“Membangun lembaga yang berkualitas dari sisi sistem manajemen, SDM dan Sarana Prasarana.”

“Menyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan berbasis keterampilan aplikatif, kewirausahaan sosial serta pembentukan karakter secara terintegrasi dan berkelanjutan.”

“Mengelola dan mewadahi alumni diklat Institut Kemandirian untuk mengembangkan potensi kemandiriannya.”

“Turut Serta Membangun kesadaran masyarakat untuk mandiri.”

Tujuan dan Target

Tujuan lembaga ini adalah untuk mengurangi pengangguran dan kemiskinan masyarakat. Tujuan tersebut diraih melalui pelaksanaan program pelatihan keterampilan teknis dan entrepreneurship. Targetnya melatih dan membina 1.500 orang pengangguran (dhuafa) per tahun untuk berwirausaha atau mendapatkan pekerjaan yang layak.