[sd_centered]

Latar Belakang IK

Syarat menjadi sebuah negara yang maju adalah terbentuknya kelas menengah yang kuat dan memiliki peran dalam membangun daya saing negara di tengah arus persaingan global. Maka keniscayaan yang tidak bisa dihindari dalam proses pembentukan kelas menengah ini adalah pendidikan. Dengan pendidikan terbaik, setiap warga negara akan memiliki saluran terbuka untuk menaikkan posisi stratifikasi sosialnya yang ditopang oleh kompetensi profesional berbasis hardskill dan soft skill.

Pendidikan Vokasional adalah pilihan strategis untuk pemenuhan SDM berkualitas bagi dunia kerja. Awalnya jenis pendidikan ini lebih menitikberatkan pada ranah hardskill semata. Namun seiring dengan pergeseran zaman, dari era industri ke era informasi, maka softskill kemudian juga harus menjadi titik tekan dalam paradigma baru pendidikan vokasi nasional.

Dalam hal ini IK mengusahakan “empat pilar pembelajaran” yang isinya adalah:

1) Learning know or learning to learn

Maksudnya adalah program pembelajaran yang diberikan hendaknya mampu memberikan kesadaran kepada masyarakat sehingga mau dan mampu belajar. Learning to Know merupakan kemampuan kognitif yang meliputi:

  1. Kemampuan membuat keputusan dan memecahkan masalah.
  2. Kemampuan berpikir kritis dan rasional.

Dengan kecakapan berpikir rasional ini (thinking skill), diharapkan seseorang tidak akan gampang menghadapi kehidupan, sehingga dia dapat menghadapi problema hidup dan kehidupan secara wajar tanpa merasa tertekan.

3) Learning to be

Maksudnya adalah mampu memberi motivasi untuk hidup di era sekarang dan memiliki orientasi hidup ke masa depan. Learning to be merupakan kecakapan personal (personal skill) yang dimiliki oleh seseorang untuk memiliki kesadaran atas eksistensi dirinya dan kesadaran akan potensi dirinya.Kesadaran akan eksistensi diri merupakan kesadaran atas keberadaan diri. Kesadaran atas keberadaan diri dapat dilihat dari beberapa sisi.

Misalnya kesadaran diri sebagai makhluk Allah, sebagai makhluk sosial, sebagai makhluk hidup, dan sebagainya. Kesadaran akan potensi diri adalah kesadaran yang dimiliki seseorang atas kemampuan dirinya. Dengan kesadaran atas kemampuan diri itu seseorang akan tahu kelebihan dan kekurangannya, kekuatan dan kelamahannya. Dengan kesadaran eksistensi diri dan potensi diri, seseorang akan dapat menempuh kehidupan dengan wajar tanpa merasa tertekan dan mampu memecahkan masalah hidup dan kehidupannya.

2) Learning to do

Maksudnya adalah bahan belajar yang dipilih hendaknya mampu memberikan suatu pekerjaan alternative kepada peserta didik.

4) Learning to live together

Maksudnya adalah pembelajaran tidak hanya cukup diberikan dalam bentuk ketrampilan untuk diri sendiri, tetapi ketrampilan untuk hidup bertetangga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Profil Program IK

Permasalahan pengangguran dan kemiskinan di negeri ini merupakan salah satu masalah yang hingga kini masih memerlukan serius dari berbagai pihak. Pemerintah dengan berbagai program yang dijalankan belum juga mampu menuntaskan permasalahan ini.

Institut Kemandirian (IK) sebagai lembaga sosial yang menangani bidang Pendidikan dan Latihan Dasar Keterampilan dan Enterpreneur serta pemberdayaan turut serta berperan dalam menyelesaikan permasalahan pengangguran dan kemiskinan di negeri ini.

Sejak didirikan 2007, hingga kini telah meluluskan lebih dari seribu alumni dengan baik sebagai wirausaha mandiri maupun tenaga kerja siap pakai.

Sesuai dengan misi dan visinya, Institut Kemandirian turut berkiprah dalam pengentasan pengangguran dan kemiskinan melalui berbagai pelatihan secara gratis dengan dana dari Dompet Dhuafa Republika maupun dari beberapa mitra yang bekerjasama.

Institut Kemandirian merupakan Role Model Solusi tepat dan tuntas pengentasan penganguran di Indonesia, menjadi pusat pelatihan keterampilan untuk mencetak tenaga terampil yang profesional, amanah dan mampu mandiri untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.

Salah satu misi yang diemban Institut Kemandirian adalah sebagai pusat pelatihan keterampilan bagi remaja yang tidak memiliki kesempatan untuk meneruskan pendidikan ke Perguruan Tinggi, mencetak tenaga-tenaga terampil yang banyak dibutuhkan oleh dunia usaha, mendidik tenagatenaga terampil yang percaya diri, berkarakter yang kami singkat dengan istilah SIAP (Semangat,Islami,Amanah dan Peduli).

Setiap tahunnya Institut Kemandirian meluluskan minimal seribu alumni dengan predikat wirausaha dan pekerja dengan minimum pendapatan setara UMR. Adapun bidang pelatihan yang diajarkan antara lain pelatihan reguler dengan fasilitas perlengkapan yang dimiliki, diantaranya teknisi otomotif sepeda motor, teknisi telepon seluler, tata busana/menjahit,salon muslimah, IT desain grafis dan video editing.Selain program-program pelatihan reguler, Institut Kemandirian juga melaksanakan program-program kerjasama dengan pihak mitra.

Landasan Hukum IK

  1. Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional
  2. Undang – Undang No. 39 Tahun 1999 Tentang Hak Azasi Manusia
  3. Undang – Undang No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Pasal 1, 48, 49, 53 (ayat 1 dan 2)
  4. Perdiknas No. 70 Tahun 2009 Tentang Pendidikan Inklusif
  5. Peraturan Pemerintah

Tujuan Program IK

Program-program pelatihan yang dilaksanakan di Institut Kemandirian pada dasarnya dirancang untuk menyiapkan tenaga teknis yang terampil, maka semua pelatihan harus diikuti dengan program peraktek kerja dan magang, diharapkan alumni dari Institut Kemandirian menjadi tenaga terampil pada bidang yang dipilih.

Disamping materi pelatihan yang bersifat tehnis, akan diajarkan juga hal-hal yang berkaitan dengan entrepreneurship/kewirausahaan dan bimbingan rohani, walaupun jumlahnya tidak banyak, melalui program ini diharapkan juga mampu melahirkan pengusaha-pengusaha kecil yang amanah dan bertanggung jawab.

Struktur Kurikulum IK

Kurikulum Institut Kemandirian secara umum terdiri dari tiga muatan, yakni muatan Hardskill, Softskill, dan Karakter. Ketiga aspek ini tidak disampaikan secara terpisah dan teoritis, namun dilaksanakan secara terpadu dan kontekstual. Maka dalam setiap program pendidikan vokasional yang diselenggarakan oleh IK harus senantiasa memuat muatan tersebut.

Adapun beberapa program pendidikan vokasional yang dilaksanakan oleh IK antara lain adalah:

Keterampilan Otomotif

Keterampilan Fashion

Keterampilan Teknisi Handphone

Keterampilan IT & Design

Untuk mengetahui tentang program pelatihan lebih lanjut, Anda bisa melihatnya lebih lengkap [highlight bg=”#eeee22″ text=”#ffffff”]disini[/highlight].

Muatan Materi Kurikulum IK

Anda bisa melihat Deskripsi Strategi Model Pendidikan Pengembangan Kecakapan Hidup Berlandaskan Jiwa Kewirausahaan Institut Kemandirian yang dituangkan dalam “SIAP” (Semangat, Islami, Amanah dan Peduli) dibawah ini.

Semangat

Disiplin

Taat pada peraturan

Pantang Menyerah

Tetap menjalankan tugas sekalipun menghadapi tantangan atau hambatan

Percaya Diri

Yakin akan kemampuan diri sendiri

Kerja Keras

Menyelesaikan kegiatan atau tugas secara optimal

Kreatif

Menciptakan ide-ide dan karya baru yang bermanfaat dan berinisiatif

Islam

Rajin

  1. Rajin menunaikan shalat fardhu dan sunnah.
  2. Rajin mengikuti program baik dalam kelas atau luar kelas.

Sopan

Sopan dan santun dalam perkataan, perbuatan dan berpakaian.

Bersih

Selalu menjaga kebersihan diri, pakaian, dan lingkungan.

Ikhlas

Tindakan yang dilakukan tanpa pamrih, kecuali berharap kepada Tuhan.

Rendah Hati

Menunjukkan perilaku yang mencerminkan sifat yang berlawanan dengan kesombongan.

Berfikir Positif

Melihat sisi baik dari setiap hal.

Amanah

Jujur

Jujur dalam perkataan dan perbuatan.

Mandiri

Tidak tergantung pada orang lain.

Tanggung Jawab

Melaksanakan tugas secara sungguh- sungguh, berani menanggung konsekuensi dari sikap perkataan dan tingkah lakunya.

Peduli

Toleransi

Memahami dan menghargai keyakinan atau kebiasaan orang lain.

Kasih Sayang

Kepedulian terhadap mahluk ciptaan Tuhan.

[button link=”http://institutkemandirian.org/tentang-kami/program/program-reguler-2/” bgcolor=”#6b6b6b” textcolor=”#ffffff” radius=”10″ align=”right”]Menuju Program Reguler[/button] [button link=”http://institutkemandirian.org/tentang-kami/program/program-non-reguler/” bgcolor=”#6b6b6b” textcolor=”#ffffff” radius=”10″ align=”right”]Menuju Program Non Reguler[/button]

[/sd_centered]