Saya Bisa Walau Hanya Satu Kaki

Saya Bisa Walau Hanya Satu Kaki

Oleh : Arie S. Syahputra – Staf Pendampingan di Institut Kemandirian Dompet Dhuafa

Apa-apa yang ada di bagian tubuh kita adalah anugerah dari Alloh agar manusia bisa beraktifitas sesuai kadarnya. Saling terintegrasi dan sistematis. Dengan utuhnya tubuh kita, semakin banyak prestasi yang bisa kita raih dan juga semakin besar manfaat yang bisa kita tebar kepada ummat dan lingkungan sekitar. Tapi bagi pria kelahiran Wonogiri 29 tahun yang lalu, kehilangan satu anggota tubuhnya bukan menjadi halangan dalam mencari rahamt Alloh dan bukan pula ajang untuk menuntut Alloh atas apa yang menimpanya. Ia sadar keadaan tubuhnya saat ini. Dan ia tidak mau dengan kondisinya sekarang hanya berdiam diri.

Pria tersebut adalah Mas Ahmad. Dan kisahnya terjadi 4 tahun yang lalu. Tragis memang, seorang dokter senior di kota “S” salah melakukan analisa dan ceroboh menggunakan peralatan medis yang mengakibatkan kaki kanan Mas Ahmad harus diamputasi. Sangat fatal. “Kata dokter, Saya dicurigai ada penyakit di betis kanan. Lalu setelah itu, katanya saya harus dioperasi untuk mengangkat penyakit tersebut” kata Mas Ahmad mengawali pembicaraan. Atas dukungan keluarga, akhirnya Mas Ahmad dioperasi. Dan terjadilah hal yang tidak diinginkan. Mas Ahmad melanjutkan, “Parahnya, dokter tidak memberitahu Saya dan keluarga kalau mereka salah motong. Harusnya dipinggir urat nadi sekeliling penyakit itu..eh malah urat nadi Saya, Pak yang dipotong”.

Saya Bisa Walau Hanya Satu Kaki

Saya Bisa Walau Hanya Satu Kaki

Setelah operasi tersebut, Mas Ahmad mengalami momen yang tak akan pernah terlupakan dalam hidupnya, yaitu kakinya harus diamputasi disebabkan mal praktek dokter sebelumnya. “Tapi ya beginilah jalan yang Alloh berikan. Saya menerimanya” ucap Mas Ahmad dengan pandangan kosong lirih mengingat masa lalunya. “Pak, Saya 2 tahun stres. Gak bisa ngapa-ngapain” lanjutnya. Dengan penuh semangat, Mas Ahmad menuturkan, “tapi Alhamdulillah, setelah itu Saya bangkit. Saya coba jualan pulsa, bensin eceran, makanan. Dan sekarang hampir 2 tahun ini Saya jualan roti walau usaha Saya itu Saya lakukan dengan satu kaki ”. Dan saat ini, Mas Ahmad kembali “menikmati” berjalan dengan 2 kaki. Alhamdulillahirobbil’alamiin

Mas Ahmad mendaftarkan dirinya ke Institut Kemandirian Dompet Dhuafa untuk mendapatkan kaki palsu. Proses tersebut diawali setelah tim IK-DD bersama rekan-rekan Rumah Produksi Kaki Palsu (RPKP) melakukan home visit dilanjutkan dengan pengukuran. Setelah di ukur, rekan-rekan dari RPKP membuatnya. Dan syukur Alhamdulillah terpancar dari wajahnya. Ia sampaikan kepada Alloh atas nikmat tersebut. Dan tidak lupa, “Saya ucapkan terima kasih kepada temen-temen (IK-DD & RPKP)” syukurnya penuh haru. Barakallahu fiikum, Mas…yang penting tambah terus semangatnya!! Semoga Alloh senantiasa memudahkan Mas dalam mencari ridhoNya.

About the author
Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

clear formSubmit