Institutkemandirian.org-Siapakah sang pemenang masa depan itu? Banyak orang berlomba-lomba ingin menjadi atau membuktikan bahwa ia adalah orang yang sukses. Kesuksesan yang sebenarnya tidak instan, yang harus “menikmati” tahap demi tahap prosesnya dan penuh dengan persaingan. Layaknya para atlet yang tidak kenal lelah dan pantang menyerah selalu berusaha menjadi juara pertama. Seperti para pemilik usaha yang bergerak dibidang yang sama, mereka berkompetisi merebut hati konsumen agar perusahaannya terus meraih laba dan menjadi nomor satu diantara perusahaan lain. Dan juga seperti lembaga-lembaga pengelola dana zakat, infak dan sedekah atau ZIS, yang dengan ikhlas dan keistiqomahannya, mereka terus mengangkat harkat dan martabat kaum dhuafa atau mustahik agar bisa menjadi muzakki yang sesuai dengan konsep zakat dalam Al-Qur’an. Dan individu, komunitas atau kelompok masyarakat lainnya yang tetap eksis mengajak orang untuk berbuat ribuan kebaikan.

Lalu..apakah mereka sang pemenang masa depan? Berdasarkan analaisa awal penulis, kata “pemenang” berarti ada 2 makna yang terkandung, yaitu kompetensi dan mental. Kompetensi terkait optimalisasi individu atau kelompok dalam memanfaatkan keilmuan dan pengetahuan. Sedangkan mental berupa sikap-sikap positif; cepat bangkit dan belajar dari kegagalan. keberanian, pantang menyerah, keikhlasan dan kesabaran dalam menjalani proses menuju sukses. Kedua makna diatas tersebut menghasilkan kreatifitas dan inovasi yang dibutuhkan agar sukses bisa segera di raih. Tapi siapa sesungguhnya sang pemenang sejati itu?

Merekalah yang mengabdikan dirinya untuk memberdayakan ummat. Merekalah yang memulai pemberdayaan dari hal-hal yang terkecil, termudah dan saat ini juga. Tidak mempermasalahkan imbalan apa nanti yang akan diterima. Ikhlas dan penuh pengorbanan. Dan terkadang perlu tetesan darah untuk mewujudkan impian orang lain. Merekalah yang sesungguhnya guru bangsa ketika bangsa ini sedang mengalami krisis kepemimpinan yang akut. Dan mereka itu adalah Anda..ya Anda. Yang saat ini sedang merencanakan bagaimana membangun bisnis yang tidak hanya memikirkan keuntugan semata tetapi juga kesejahteraan karyawan dan keluarganya serta kelestarian lingkungan hidup sekitar. Ya itu Anda..yang tadi memindahkan sebuah batu di jalan yang bisa membahayakan pengguna jalan. Anda lah yang saat ini sedang kampanye pencegahan penyakit berbahaya. Dan Anda yang sedang memberikan pengajaran berkualitas kepada para murid. Dan Anda yang juga melakukan kebaikan-kebaikan dahsyat lainnya. Percayalah bahwa Anda sedang merangkai simpul kebahagiaan. Tidak hanya bagi Anda tetapi juga keluarga, bangsa ini dan lingkungan. Terus lah melakukan langkah-langkah impian Anda. J

Pagi, 4 Desember 2012, @ Institut Kemandirian Dompet Dhuafa (Arlin)

About the author
Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

clear formSubmit