Banyak yang bertanya, mungkin diantaranya adalah kita : Bagaimana bisnis dapat untung besar? Bagaimana prosepek bisnis ini? Kapan bisnis saya maju dan laris? dan seterusnya. Sebagai pengusaha muda yang baru menempuh jalur wirausaha sebagai bagian dari jalan hidupnya, pertanyaan tersebut pasti terlontar. Tanpa dibekali oleh pengetahuan dan pengalaman, tentu kesuksesan dan kelancaran usaha tak bisa sekejap mata menghadiri. Akhirnya, banyak sekali motivator-motivator bisnis, yang dulunya mereka adalah orang biasa dan sukses, berbagi ilmu dengan pengusaha baru melalui seminar-seminar dengan metode yang berbeda satu dengan yang lain. Tak jarang mereka yang telah sukses pun menghargai perkataannya itu dengan rupiah kepada murid-murid barunya. Ada juga mereka yang sudah sukses menggunakan kekayaan dan kekuasaannya sesuka hatinya dengan cara-cara yang tidak baik dan merugikan orang banyak. Pantaskah orang tersebut kita jadikan guru kita dalam berbisnis?

Tahukah kawan, pelajaran sukses berbisnis telah Allah turunkan berabad-abad yang lalu melalui Quran. Dengan perantara seorang manusia luar biasa, yang dulunya juga pedagang, pebisnis bergelar “the most trusted seller” atau al-amin, ilmu tentang berbisnis sudah pernah diajarkan. Oke, kita simak Quran surat Al-Asr : 1-3. Dalam surat tersebut setidaknya ada beberapa poin yang ditekankan, yaitu semua manusia merugi, kecuali :

1. Beriman

2. Beramal sholeh

3. Nasehat-menasehati dalam menetaati kebenaran, dan

4. Nasehat-menasehati dalam menetapi kesabaran.

Dari terjemahan tersebut, dapat diambil pelajaran, bahwa setidaknya ada 4 hal yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari atau kegiatan usaha. Bahwa bila ingin sukses dalam perniagaan dan usaha, kita bisa mengamalkannya :

1. Beriman > yakin dan percaya (dari dalam hati, lisan, dan perbuatan) bahwa diri ini akan sukses dengan usaha yang ditekuni

2. Beramal sholeh > berusaha dengan kesungguhan dan menjaga kontinuitas

3. Mentaati kebenaran > berusaha dengan kejujuran, tidak mengurangi takaran, tidak menipu, tidak korup, dll

4. Menetapi kesabaran > setelah ikhtiar (usaha) yang maksimal, bersabar dan bertawakal disertai dengan doa kepada-Nya

Kalaulah semua pengusaha muda maupun yang sudah lama menerapkan ilmu ini, niscaya kesuksesan yang tidak hanya di dunia saja yang menghampiri, tetapi sukses mulia hingga akhirat. Amin. Semoga

About the author
Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

clear formSubmit